PERINGATAN: Produk ini mengandung nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang menyebabkan kecanduan.
Produk kami hanya diperuntukkan bagi orang dewasa berusia 21 tahun ke atas.
Leave Your Message
Kategori Blog
Blog Unggulan

Rokok elektrik diklasifikasikan sebagai "produk merokok": Prancis mempelopori era peraturan terketat di Eropa.

25 November 2025

Selama dekade terakhir, rokok elektrik telah dipromosikan sebagai produk "pengurangan bahaya, penghentian merokok, dan ramah lingkungan," yang dimaksudkan sebagai alternatif pengganti tembakau tradisional. Namun, undang-undang pemerintah Prancis ini berarti bahwa rokok elektrik tidak lagi dianggap sebagai alat kesehatan, melainkan produk konsumen yang dikenakan pajak. Akibatnya, rokok elektrik telah dialihkan dari Kementerian Kesehatan ke Kementerian Keuangan, mengubah isu tersebut dari "manajemen kesehatan" menjadi "ketertiban keuangan dan publik."

Undang-Undang Keuangan Prancis 2026 secara khusus menetapkan:

Konsentrasi nikotin ≤15mg/mL, dikenakan pajak sebesar €0,03/mL;

Konsentrasi nikotin >15mg/mL, dikenakan pajak sebesar €0,05/mL.

Ini berarti kenaikan harga sekitar €0,50 untuk sebotol e-liquid 10mL. Namun yang lebih penting, penjualan online sepenuhnya dilarang. Merek-merek kecil dan pemilik toko yang bergantung pada e-commerce, media sosial, dan sistem pengiriman akan kehilangan akses pasar setelah kebijakan ini berlaku. Toko-toko offline juga akan tunduk pada sistem perizinan yang sama dengan monopoli tembakau, yang berarti hanya toko fisik yang diizinkan pemerintah yang dapat menjual vape secara legal. Ini berarti Prancis akan berubah dari pasar vape terbuka menjadi "monopoli nikotin" yang dikendalikan pemerintah.

Pergeseran kebijakan ini bukan sekadar reformasi pajak; ini sebenarnya merupakan bagian penting dari Rencana Pengendalian Tembakau Nasional (PNLT) pemerintah Prancis tahun 2023–2027.

Mari kita tinjau garis waktu untuk melihat jalur pengetatan regulasi ini:

2025: Parlemen Prancis mengesahkan larangan rokok elektrik sekali pakai;

April 2026: Penjualan semua produk nikotin oral non-farmasi (termasuk rokok saku, permen hisap, dan permen karet nikotin) dilarang;

2026: Rokok elektrik dimasukkan dalam definisi produk merokok, dan dikenakan pajak komprehensif serta pembatasan penjualan.

Terlihat bahwa Prancis telah menjadi negara pertama di Eropa yang secara bersamaan membatasi ketiga bentuk penggunaan nikotin: inhalasi, muntah, dan mengunyah. Pemerintah berharap untuk mendapatkan kembali kendali atas "tatanan konsumsi yang sah" dengan mendefinisikan ulang produk tersebut.

Tujuan Kementerian Keuangan Prancis sangat jelas:

Mengintegrasikan rokok elektronik ke dalam sistem pajak tembakau yang sudah ada;

Mengembalikan hak penjualan kepada pengecer berlisensi;

Dengan mengubah aturan melalui definisi, kembalikan semuanya ke dalam "tatanan yang terkendali."

Anggaran Prancis tahun 2026 mengungkapkan realita yang pahit: seiring dengan kematangan suatu industri dari inovasi, industri tersebut menjadi tunduk pada tatanan fiskal dan politik.

Rokok elektrik tidak lagi dipandang sebagai "pengganti kesehatan masyarakat," melainkan sebagai bentuk merokok yang dikenakan pajak, dikendalikan, dan diatur. Bagi industri ini, "perang fiskal" ini akan membawa perubahan struktural: merek independen dan saluran daring akan dihilangkan; raksasa tembakau akan mendapatkan kembali dominasi melalui kepatuhan dan sumber daya; dan narasi "pengurangan bahaya" secara bertahap akan digantikan oleh "keseimbangan fiskal" dan "ketertiban sosial."

Pergeseran ini dapat mengubah industri nikotin di Eropa dan dapat mendefinisikan kembali makna "pengurangan dampak buruk"—ketika kebijakan memilih ketertiban daripada kebebasan, pengurangan dampak buruk bukan lagi tujuan, melainkan hanya sebuah proses.